Skip ke Konten

Menolak Amnesia Massal Atas Darah Genosida Dalam Lirik Prima Dusta

Lagu ini merupakan hasil kolaborasi kreatif antara Insthinc sebagai penulis dan Sickness MP yang menangani pembuatan beats, dengan sentuhan akhir proses mixing oleh Billy Maulana. Dirilis secara resmi pada tanggal 29 September 2016, karya ini berada di bawah naungan label rekaman Yo!Bumrush This Records yang mempertegas identitas musiknya saat diluncurkan ke publik.
10 Maret 2026 oleh
Ruang Rima Darurat
| Belum ada komentar

Gila banget memang kolaborasi Insthinc sama Sickness MP ini. Beat dari lagu Genjer-genjer Part 3 ini kerasa gelap dan mencekam tapi bikin otak langsung melek. Insthinc bukan cuma ngerap biasa tapi dia lagi bedah borok sejarah yang sengaja ditutup-tutupi pakai perban rapi oleh penguasa. Dia buka liriknya dengan bilang pasang mata telinga ini breakbeat segelap kamar penjara di tengah hidup yang terkepung barisan kasta. Ini pesan kuat kalau kita sebenarnya lagi terpenjara dalam sistem yang membeda-bedakan orang kaya dan miskin. Rima dia jadi pelita atau lampu kecil di tengah kegelapan informasi yang menyesatkan.

Insthinc juga jujur banget pas bilang percuma rapper hari ini buta wacana mengusung kritik lawakan sebutut Kartaradjasa. Dia gemas sama musisi yang cuma berani kritik lucu-lucuan kayak Butet Kartaredjasa yang merupakan seniman panggung kondang. Dia mau kita tanya soal perkara jagal hilang paksa dan tapol alias tahanan politik yang haknya dirampas. Ada juga lirik kalian terlupa berduka terlalu lama menghirup dupa lubang buaya dan abu Librisida. Lubang Buaya itu lokasi yang selalu dipakai pemerintah buat nakut-nakutin kita soal hantu masa lalu. Librisida sendiri artinya penghancuran atau pembakaran buku. Penguasa mau kita jadi bodoh dengan bakar buku-buku yang isinya kebenaran.

Sumber: https://bandungbergerak.id/article/detail/1546035372/catatan-dari-media-cetak-lawas-12-berita-yudha-jejak-surat-kabar-militer-di-tengah-krisis-nasional

Teknik nulisnya juga ajaib karena dia merasa punya stamina Gatot Kaca tokoh wayang yang super kuat itu. Tapi dia sedih lihat orang-orang yang amnesia atau pura-pura lupa kalau kita berdiri di atas darah Genosida 1965. Dia sebut bingkai permainan ala Brita Yudha yang merupakan majalah militer zaman dulu untuk sebar propaganda pemerintah. Ada juga kata Pariah stigma sumur tua dan Kudeta. Pariah itu sebutan buat kasta terendah atau orang buangan. Kita dikasih label buruk biar takut sama sejarah sumur tua tempat penemuan jenazah jenderal yang narasinya sudah diatur sedemikian rupa.

Dia juga berani banget sentil orang-orang kuat di negeri ini. Dia bilang timbangan minah Budi Gunawan mustahil balance. Budi Gunawan ini jenderal polisi yang dulu pernah jadi sorotan besar soal urusan harta dan jabatan. Insthinc mau bilang kalau hukum itu nggak bakal adil kalau yang pegang timbangannya adalah orang yang punya kuasa dan uang. Belum lagi soal jendral dan pemodal pembakar hutan yang bikin kiamat datang lebih cepat buat rakyat kecil tapi bikin kantong mereka makin tebal.

Sumber: https://www.kompas.com/stori/image/2023/01/12/170000379/kasus-pembunuhan-theys-eluay-dan-hilangnya-aristoteles-di-papua

Bagian paling bikin merinding adalah saat dia sebut nama-nama pahlawan rakyat. Pasca Eluay Marsinah Munir dan Kancil. Eluay itu pemimpin Papua yang dibunuh secara keji. Insthinc memang tidak main-main saat memasukkan nama Eluay ke dalam rima tajamnya. Theys Hiyo Eluay ini adalah sosok yang bikin kuping penguasa di Jakarta merah membara karena keberaniannya. Dia adalah ketua Presidium Dewan Papua atau PDP yang secara terang-terangan memimpin gerakan supaya Papua bisa menentukan nasibnya sendiri. Dia bukan orang yang main senjata tapi dia main kata-kata dan pengaruh massa yang luar biasa besar. Tahun 2000 dia sukses bikin Kongres Papua II yang hasilnya menyatakan kalau Papua ingin merdeka dan lepas dari Indonesia.

Kegiatan Theys ini dianggap sangat berbahaya bagi keutuhan negara oleh para pemegang kuasa. Dia menggalang kekuatan rakyat dengan cara damai tapi dampaknya jauh lebih ngeri buat pemerintah daripada perang hutan. Theys punya wibawa yang bikin rakyat Papua bersatu dan itu yang bikin "orang-orang kuat" merasa harus segera membereskan urusan ini. Skenario dingin pun dimulai dengan alasan menjaga stabilitas nasional yang sebenarnya cuma tameng buat menyingkirkan lawan politik.

Kejadian maut itu terjadi tanggal 10 November 2001 setelah Theys menghadiri undangan makan malam peringatan Hari Pahlawan di markas Satgas Tribuana Kopassus. Lucu dan sinis sekali melihat kenyataannya karena seorang tokoh rakyat diundang makan enak untuk merayakan kepahlawanan tapi pulangnya malah dicekik sampai mati. Dalam perjalanan pulang sopirnya diculik dan Theys ditemukan tewas di dalam mobilnya di daerah Skouw. Negara melalui oknum pasukannya melakukan tindakan pengecut dengan membunuh tamu yang baru saja mereka jamu.

Kasus ini akhirnya terbongkar dan beberapa anggota Kopassus memang diseret ke pengadilan militer. Tapi ya begitu lah kalau hukum yang pegang adalah mereka yang punya pangkat. Hukuman yang dijatuhkan sangat ringan dan bahkan ada jenderal yang menyebut para pembunuh itu sebagai pahlawan karena sudah menjaga keutuhan negara. Insthinc sengaja memajang nama Eluay dalam lagu Primadusta untuk mengingatkan kita bahwa di negeri ini kejujuran dan keberanian bicara sering kali dibayar dengan nyawa dan otopsi yang penuh manipulasi.

Sumber: https://bali.disway.id/news/read/2121/mengenal-marsinah-kisah-buruh-perempuan-yang-gugur-memperjuangkan-keadilan

Marsinah adalah buruh perempuan yang disiksa sampai mati karena minta kenaikan gaji. Nama Marsinah yang Insthinc selipkan dalam barisan rima tajamnya adalah simbol paling perih tentang bagaimana keringat buruh dibalas dengan timah panas dan siksaan. Marsinah itu cuma seorang perempuan muda yang kerja di pabrik jam di Sidoarjo. Dia orang kecil yang punya nyali besar buat bilang tidak pada juragan yang pelit. Kejadiannya tahun 1993 saat pemerintah kasih perintah buat naikkan gaji buruh tapi pabrik tempat dia kerja malah pura-pura tuli. Marsinah dan kawan-kawannya akhirnya mogok kerja karena perut mereka lapar dan hak mereka dicuri.

Dunia waktu itu sangat jahat buat orang yang berani protes. Pihak pabrik bukannya ajak ngobrol baik-baik tapi malah panggil tentara buat beresin masalah gaji. Tiga belas teman Marsinah dipanggil ke kantor Kodim atau kantor tentara tingkat kabupaten dan dipaksa berhenti kerja pakai ancaman. Marsinah yang tidak terima kawannya diperlakukan seperti itu datang sendirian ke sana buat kasih pembelaan. Dia mengancam bakal seret masalah ini ke pengadilan kalau hak buruh terus diinjak-injak oleh sepatu lars.

Setelah malam itu Marsinah hilang ditelan kegelapan kota yang dingin. Dia diculik oleh orang-orang jahat yang merasa terganggu dengan suaranya yang jujur. Tiga hari kemudian tubuhnya ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah hutan di daerah Nganjuk. Kondisinya sangat mengerikan karena ada bekas penyiksaan yang sangat keji di tubuhnya. Penguasa waktu itu mencoba bikin cerita bohong dan sandiwara di pengadilan seolah-olah pembunuhnya adalah orang-orang pabrik sendiri.

Sangat kejam kalau kita lihat kenyataannya karena sampai sekarang pembunuh aslinya tidak pernah benar-benar masuk penjara. Negara seolah sengaja kasih proteksi buat mereka yang sudah hilangkan nyawa orang jujur. Namanya abadi dalam lagu Prima Dusta sebagai pengingat kalau sejarah kita dibangun di atas mayat buruh yang cuma minta makan lebih layak. Keadilan di negeri ini memang sering kali cuma jadi barang mewah yang tidak bisa dibeli oleh orang seperti Marsinah.

Sumber: https://voi.id/memori/638/mengenang-kembali-bagaimana-munir-meninggal-di-udara

Munir itu pendekar HAM yang diracun di udara. Gila banget memang cara Insthinc naruh nama Munir bareng pahlawan rakyat lainnya. Munir ini adalah orang paling jujur yang bikin tidur para jenderal dan petinggi intelijen jadi nggak nyenyak. Kerjaannya cuma satu tapi efeknya ngeri buat penguasa yaitu membela orang-orang yang haknya diinjak-injak sama sepatu lars. Dia yang paling getol cari tahu kemana perginya mahasiswa dan aktivis yang hilang diculik negara pas zaman reformasi dulu.

Karena dia tahu terlalu banyak soal borok orang-orang kuat maka dia dianggap sebagai ancaman yang harus segera dimatikan. Tanggal 7 September 2004 pas dia lagi naik pesawat Garuda Indonesia menuju Amsterdam buat lanjut sekolah, selain hal itu, Munir juga diduga membawa dokumen penting hasil investigasinya tentang pelanggaran HAM yang melibatkan oknum intelijen, nyawanya direnggut dengan cara yang sangat pengecut. Seseorang masukin racun Arsenik ke dalam minuman jus jeruknya pas di atas awan.

Arsenik adalah metaloid yang sangat beracun karena kemampuannya melumpuhkan sistem produksi energi di dalam sel tubuh. Ketika dilarutkan ke dalam minuman seperti jus jeruk, racun ini bekerja secara sistemik dengan cara "menyamar" sebagai molekul yang dibutuhkan tubuh. Setelah terminum, arsenik diserap dengan cepat melalui saluran pencernaan (lambung dan usus kecil). Sifat asam pada jus jeruk tidak menetralkan racun ini, sebaliknya, arsenik sering kali tidak berasa dan tidak berbau, sehingga korban tidak menyadari kehadirannya. Dari usus, arsenik masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ vital seperti hati, ginjal, dan paru-paru. Arsenik mengganggu proses pernapasan sel yang terjadi di dalam mitokondria. Secara kimiawi, arsenik (khususnya bentuk arsenat) memiliki struktur yang sangat mirip dengan fosfat. Sel membutuhkan fosfat untuk membentuk ATP (Adenosine Triphosphate), yang merupakan "bahan bakar" utama tubuh. Arsenik meniru fosfat dan masuk ke dalam reaksi kimia sel. Namun, ikatan yang terbentuk oleh arsenik sangat tidak stabil dan cepat pecah. Akibatnya, sel gagal memproduksi energi. Tanpa energi, sel-sel organ vital mulai berhenti berfungsi dan mati (nekrosis).

Arsenik juga memiliki afinitas tinggi terhadap gugus sulfhidril pada protein. Ia mengikat enzim-enzim penting, terutama yang terlibat dalam siklus Krebs (proses metabolisme energi). Ketika enzim ini "terkunci" oleh arsenik, metabolisme karbohidrat dan lemak terhenti total, menyebabkan penumpukan asam laktat dan racun dalam tubuh. Karena tubuh kehilangan kemampuan memproduksi energi dan sel-sel mulai rusak, gejala yang biasanya muncul meliputi mual, muntah hebat, diare yang seringkali disertai darah (karena kerusakan lapisan usus), penurunan tekanan darah drastis (syok), gangguan irama jantung, pusing, kejang, hingga koma karena otak kekurangan suplai energi seluler. Tubuhnya kesakitan hebat di dalam burung besi itu sampai akhirnya dia meninggal sebelum mendarat di tanah Belanda.

Sumber: https://www.indoleft.org/news/2007-08-10/suspect-says-bin-issued-recommendation-for-polycarpus-to-join-munirs-flight.html

Negara lewat institusi intelijennya coba cuci tangan dan bikin sandiwara yang panjang banget buat nutupi siapa aktor intelektual atau bos besar di balik pembunuhan ini. Pelaku lapangannya memang ditangkap, yaitu seorang pilot yang ditumpangi oleh Munir bernama Pollycarpus Budihari Priyanto, tapi dalang utamanya tetap bisa hirup udara segar sambil ketawa-ketawa di kursi empuk mereka. Kepala BIN saat Munir meninggal (September 2004) adalah AM Hendropriyono. Ia tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka. Laporan TPF Munir sempat menyinggung dugaan keterlibatan oknum BIN, termasuk nama Hendropriyono, namun tindak lanjut hukum terhadap petinggi BIN saat itu tidak pernah mencapai tahap penyidikan. Sebenarnya TPF menyebutkan nama mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. TPF beberapa kali pernah memanggil AM Hendropriyono. Namun yang bersangkutan tidak pernah memenuhi undangan dan bersikap tidak kooperatif atas semua panggilan yang dilayangkan TPF. TPF juga pernah merekomendasikan kepada Presiden agar memerintahkan Kapolri saat itu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap sejumlah nama, antara lain AM Hendropriyono, Muchdi PR, Bambang Irawan, Indra Setyawan, dan Ramelga Anwar, karena diduga merupakan aktor-aktor yang terlibat dalam permufakatan jahat pembunuhan Munir. Sekali lagi, upaya tersebut kandas. AM Hendropriyono tetap tidak dapat disentuh oleh proses penegakan Hukum menunjukkan bahwa ada impunitas hukum di sini. Kesaksian mantan petinggi BIN (Budi Santoso) dalam BAP menyebutkan bahwa pembunuhan Munir merupakan bagian dari operasi intelijen. Pollycarpus Budihari Priyanto, yang disebut dalam persidangan memiliki hubungan dengan BIN, divonis sebagai pelaku pembunuhan.

Sumber: https://gorontalo.antaranews.com/berita/18136/tragedi-salim-kancil-sidang-disiplin-mulai-digelar

Salim Kancil adalah petani yang dibantai karena menolak tambang pasir di desanya. Nama Kancil yang disebut Insthinc di akhir barisan pahlawan rakyat itu benar-benar bikin hati terasa perih sekaligus marah. Salim Kancil ini cuma seorang petani biasa dari desa kecil di Lumajang yang sangat sayang sama tanah kelahirannya. Dia tidak mau sawah dan pantai di desanya rusak gara-gara ditambang pasirnya secara ilegal oleh orang-orang serakah. Kancil cuma mau anak cucunya nanti masih bisa lihat pantai yang cantik dan sawah yang subur bukan lubang-lubang besar yang bikin bencana.

Kejadiannya sangat keji pada tanggal 26 September 2015. Kancil diculik dari rumahnya oleh segerombolan orang suruhan yang pro sama tambang pasir itu. Dia diseret ke balai desa yang harusnya jadi tempat buat lindungi rakyat tapi malah jadi tempat buat menyiksa orang jujur. Di depan banyak orang Kancil dipukuli dan disetrum tanpa ada rasa kemanusiaan sedikit pun dari para pengecut itu. Mereka mau kasih pelajaran buat siapa saja yang berani lawan kemauan juragan tambang dan pejabat desa yang korup.

Akhirnya Kancil meninggal dunia dengan cara yang sangat tragis setelah tubuhnya dibuang di jalanan desa. Kancil dibunuh karena dia tidak mau disuap dan tidak mau tunduk pada penguasa yang cuma pikirkan perut sendiri. Kehadiran namanya dalam lagu ini jadi pengingat kalau di negeri ini bicara soal kebenaran lingkungan bisa bikin nyawa melayang begitu saja. Insthinc pakai flow yang tajam kayak rakit bedil di Koramil atau kantor tentara tingkat kecamatan buat nembak balik ketidakadilan yang ada.

Sumber: https://gorontalo.tribunnews.com/nasional/74814/kesaksian-ahli-forensik-soal-korban-g30spki-jenderal-tewas-bukan-karena-penyiksaan

Lagu ini ditutup dengan pengingat supaya kita berhenti jadi penurut yang diam saja. Dia bilang ini perpanjangan suara yang kelak kau ingat macam otopsi palsu Gestapu. Gestapu itu sebutan untuk peristiwa 1965 yang versi resminya banyak bohongnya termasuk soal hasil pemeriksaan jenazah atau otopsi yang dipalsukan buat manasin suasana. Insthinc mau kita mengasah jalu alias senjata di kaki ayam petarung buat siap-siap lawan narasi bohong institusi resmi yang melegalisasi benci. Benar-benar karya yang bikin kita sadar kalau kebenaran itu memang bakal terus datang memburu kayak hantu buat orang-orang yang sudah berbuat jahat.

Lu bisa dengerin lagu Prima Dusta lewat YouTube atau bisa klik tautan ini:

di dalam Daftar Bacaan
Masuk untuk meninggalkan komentar